by : Unknown
detakbogor.com - Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor mulai melakukan kampanye perdana yang diawali dengan penyampaian visi misi di hadapan anggota legislatif di Gedung DPRD Kota Bogor pada rapat paripurna istimewa, Rabu (28/8).
Sekretaris KPU Kota Bogor, Encep M Alhamidi mengatakan, penyampaian visi misi itu sangat penting, sebagai masukan bagi para anggota legislatif dimana nantinya akan dicatat dalam Rencana Peraturan Daerah (Raperda).
“Setiap calon hanya mendapatkan kesempatan 15 menit untuk menyampaikan visi dan misi mereka dihadapan para anggota dewan dan SKPD,”kata Encep.
Setelah menyampaikan visi dan misi, kelima pasangan calon melakukan pawai berkeliling Bogor menggunakan kendaraan bak terbuka yang disediakan oleh KPU. Hal ini bukan kepada agenda kampanye, namun lebih kepada KPU memperkenalkan pasangan calon kepada masyarakat.
“Untuk menghindari penumpukan kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan, disepakati untuk kendaraan yang beriringan dibatasi untuk setiap pasangan calon hanya satu mobil pendamping saja,”ujar Encep.
Para pasangan calon menggunakan atribut yang sesuai dalam foto surat suara agar masyarakat lebih mengenal mereka. Sedangkan untuk rute pawai starnya dari depan gedung DPRD dan berakhir di gedung KPU Kota Bogor.
“Rute yang akan ditempuh kurang lebih 20 kilo meter, mereka akan berkeliling menyambangi masyarakat yang ada di enam kecamatan,”ujarnya.
Kelima pasangan calon yaitu pasangan Nomor Urut 1 Firman Halim-Gastono, Nomor Urut 2 pasangan Bima Arya-Usmar Hariman, Nomor Urut 3 pasangan Achmad Ru`yat-Aim Halim Hermana, Nomor Urut 4 pasangan Dody Rosadi-Untung W Maryono, dan Nomor Urut 5 pasangan Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.
Sekretaris KPU Kota Bogor, Encep M Alhamidi mengatakan, penyampaian visi misi itu sangat penting, sebagai masukan bagi para anggota legislatif dimana nantinya akan dicatat dalam Rencana Peraturan Daerah (Raperda).
“Setiap calon hanya mendapatkan kesempatan 15 menit untuk menyampaikan visi dan misi mereka dihadapan para anggota dewan dan SKPD,”kata Encep.
Setelah menyampaikan visi dan misi, kelima pasangan calon melakukan pawai berkeliling Bogor menggunakan kendaraan bak terbuka yang disediakan oleh KPU. Hal ini bukan kepada agenda kampanye, namun lebih kepada KPU memperkenalkan pasangan calon kepada masyarakat.
“Untuk menghindari penumpukan kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan, disepakati untuk kendaraan yang beriringan dibatasi untuk setiap pasangan calon hanya satu mobil pendamping saja,”ujar Encep.
Para pasangan calon menggunakan atribut yang sesuai dalam foto surat suara agar masyarakat lebih mengenal mereka. Sedangkan untuk rute pawai starnya dari depan gedung DPRD dan berakhir di gedung KPU Kota Bogor.
“Rute yang akan ditempuh kurang lebih 20 kilo meter, mereka akan berkeliling menyambangi masyarakat yang ada di enam kecamatan,”ujarnya.
Kelima pasangan calon yaitu pasangan Nomor Urut 1 Firman Halim-Gastono, Nomor Urut 2 pasangan Bima Arya-Usmar Hariman, Nomor Urut 3 pasangan Achmad Ru`yat-Aim Halim Hermana, Nomor Urut 4 pasangan Dody Rosadi-Untung W Maryono, dan Nomor Urut 5 pasangan Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.
by : Unknown
detakbogor.com - Politikus Partai Amanat Nasional yang juga mencalonkan diri sebagai Walikota Bogor, Bima Arya, mengajar 18 jam nonstop di 19 titik di Kota Bogor. Ia pun harus berganti baju sebanyak lima kali.
Pada saat Bima memberi pematerian kepada para santri di Masjid Sirojul Huda, Katulampa, Bogor Timur, ibu-ibu majelis taklim di Bogor Selatan, dan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan BNR selepas subuh, mengenakan baju koko berwarna putih dipadu celana panjang katun berwarna hitam.
Dan sebelum mengajar di TK Srikandi, Bondongan, mantan pengamat dan konsultan politik yang juga dosen Universitas Paramadina itu berganti baju dengan mengenakan kemeja oranye tangan pendek. Busana itu juga dikenakannya saat mengajar di SDN Polisi 4, SMPN 1 Bogor, dan SMAN 1 Bogor. Bima adalah alumni di semua sekolah itu.
Ketika mengajar di SMK Pembangunan 1 di Jalan Selakopi, Sindangbarang, Bima sudah mengenakan kemeja lengan panjang putih yang digulung. Busana itu pula yang dikenakannya saat memberi pematerian di SMA Bina Insani di kawasan Sukadamai dan pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Cibadak.
Menjelang petang, salah satu peraih gelar doktor termuda di Indonesia ini mengajar di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) di Yasmin Center. Kali ini dia sudah mengenakan kemeja kasual salur putih oranye. Ketika memberi pematerian kepada ibu-ibu kader Posyandu dan anggota Karang Taruna se-Kota Bogor di Wisma Bogor Permai selepas magrib, Bima masih mengenakan busana yang sama.
Nanti malam, saat memberi pematerian kepada sekitar 500 guru se-Kota Bogor di Gedung Wanita, Bima rencananya mengenakan batik warna oranye bata.
Menurut jebolan Universitas Parahyangan (S1) dan University of Melbourne (S2 dan S3) ini, meski tema besar dari materi yang diusungnya adalah pengembangan karakter dan kepemimpinan, topik dan teknik penyampaian kepada berbagai audiens berbeda.
Untuk siswa PAUD, difokuskan pada pengenalan diri dan sanitasi. Untuk siswa TK penekanannya adalah pentingnya kepercayaan diri. Kepada para santri remaja, Bima membahas pentingnya keseimbangan antara dunia dan akhirat.
"Di majelis taklim, saya lebih banyak cerita tentang hubungan dengan orangtua saya. Bagaimana sosok ayah dan ibu menjadi figur yang saya hormati sekaligus inspirasi," tuturnya, Senin (26/8/2013).
Ketika memberi pematerian kepada anak-anak SD, Bima mengingatkan bahwa hidup itu adalah pilihan. Sejak dini kita perlu sudah mengetahui tujuan hidup. Kepada para siswa SMP, dia menekankan pentingnya jati diri di usia krusial.
"Untuk siswa SMA dan SMK, saya memancing mereka agar mulai memikirkan cara apa yang akan dipakai untuk menggapai cita-cita. Tentukan tujuan yang lebih spesifik," terangnya.
Saat berbicara di depan mahasiswa, Bima mengingatkan soal manajemen hidup dan profesionalisme dalam bekerja. Sedangkan kepada peserta PKBM yang berusia 19-40 tahun, Bima menekankan bahwa maju tidak mengenal usia.
Kepada para kader Karang Taruna, penekanan materi adalah keorganisasian. Sementara itu, kepada para kader posyandu, Bima membahas peran perempuan yang multitasking. "Untuk para guru, saya mengusung fungsi guru sebagai landasan moral," pungkas Bima.
Pada saat Bima memberi pematerian kepada para santri di Masjid Sirojul Huda, Katulampa, Bogor Timur, ibu-ibu majelis taklim di Bogor Selatan, dan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan BNR selepas subuh, mengenakan baju koko berwarna putih dipadu celana panjang katun berwarna hitam.
Dan sebelum mengajar di TK Srikandi, Bondongan, mantan pengamat dan konsultan politik yang juga dosen Universitas Paramadina itu berganti baju dengan mengenakan kemeja oranye tangan pendek. Busana itu juga dikenakannya saat mengajar di SDN Polisi 4, SMPN 1 Bogor, dan SMAN 1 Bogor. Bima adalah alumni di semua sekolah itu.
Ketika mengajar di SMK Pembangunan 1 di Jalan Selakopi, Sindangbarang, Bima sudah mengenakan kemeja lengan panjang putih yang digulung. Busana itu pula yang dikenakannya saat memberi pematerian di SMA Bina Insani di kawasan Sukadamai dan pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Cibadak.
Menjelang petang, salah satu peraih gelar doktor termuda di Indonesia ini mengajar di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) di Yasmin Center. Kali ini dia sudah mengenakan kemeja kasual salur putih oranye. Ketika memberi pematerian kepada ibu-ibu kader Posyandu dan anggota Karang Taruna se-Kota Bogor di Wisma Bogor Permai selepas magrib, Bima masih mengenakan busana yang sama.
Nanti malam, saat memberi pematerian kepada sekitar 500 guru se-Kota Bogor di Gedung Wanita, Bima rencananya mengenakan batik warna oranye bata.
Menurut jebolan Universitas Parahyangan (S1) dan University of Melbourne (S2 dan S3) ini, meski tema besar dari materi yang diusungnya adalah pengembangan karakter dan kepemimpinan, topik dan teknik penyampaian kepada berbagai audiens berbeda.
Untuk siswa PAUD, difokuskan pada pengenalan diri dan sanitasi. Untuk siswa TK penekanannya adalah pentingnya kepercayaan diri. Kepada para santri remaja, Bima membahas pentingnya keseimbangan antara dunia dan akhirat.
"Di majelis taklim, saya lebih banyak cerita tentang hubungan dengan orangtua saya. Bagaimana sosok ayah dan ibu menjadi figur yang saya hormati sekaligus inspirasi," tuturnya, Senin (26/8/2013).
Ketika memberi pematerian kepada anak-anak SD, Bima mengingatkan bahwa hidup itu adalah pilihan. Sejak dini kita perlu sudah mengetahui tujuan hidup. Kepada para siswa SMP, dia menekankan pentingnya jati diri di usia krusial.
"Untuk siswa SMA dan SMK, saya memancing mereka agar mulai memikirkan cara apa yang akan dipakai untuk menggapai cita-cita. Tentukan tujuan yang lebih spesifik," terangnya.
Saat berbicara di depan mahasiswa, Bima mengingatkan soal manajemen hidup dan profesionalisme dalam bekerja. Sedangkan kepada peserta PKBM yang berusia 19-40 tahun, Bima menekankan bahwa maju tidak mengenal usia.
Kepada para kader Karang Taruna, penekanan materi adalah keorganisasian. Sementara itu, kepada para kader posyandu, Bima membahas peran perempuan yang multitasking. "Untuk para guru, saya mengusung fungsi guru sebagai landasan moral," pungkas Bima.
by : Unknown
detakbogor.com-Ketua Tim Forum Koordinasi Pengedalian Inflasi Daerah (FKPID) Kota Bogor, Azrin Syamsudin menyatakan, ketersediaan pangan di Kota Bogor menjelang Idul Fitri 1434 hijriah, relatif aman dan tercukupi. Namun kondisi harga kebutuhan pokok itu masih diatas normal. Hal ini berdasarkan pada pemantauan di lima pasar dalam sepekan terakhir.
“Dalam sepekan terakhir di bulan Ramadhan, kami sudah inspeksi di lima pasar di Kota Bogor, ketersediaan pangan relatif aman dan tercukupi,“ujar Azrin di Balaikota Bogor, Selasa (30/7).
Menurut Azrin, yang juga sebagai Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor, terakhir pihaknya melakukan inspeksi pasar ke lima pasar di Kota Bogor yakni Pasar TU (Teknik Umum) Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal, Pasar Kebon Kembang, Pasar Merdeka, Pasar Bogor, dan Pasar Jambu Dua.
Pemantauan di fokuskan terhadap tujuh komuditas pangan meliputi gula pasir, minyak goreng curah, daging sapi murni, daging ayam broliler, telur ayam broiler, cabe rawit merah dan bawang merah.
Dalam inspeksi pasar tersebut, pihaknya melibatkan unsur Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, DLLAJ, Kantor Ketahanan Pangan, Intelkam Polres Bogor Kota, PD Pasar Pakuan Jaya, Bagian Perekonomian dan Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor.
Ketika ditanya mengenai kondisi harga, Azrin mengatakan, harga tujuh komuditas di lima pasar tradisional relatif stabil. “Memang pada awal – awal Ramadhan, ada kenaikan yang signifikan, namun setelah minggu kedua puasa harga mulai stabil, “ jelasnya.
Di Pasar Kebon Kembang, misalnya. Harga gula pasir dikisaran Rp12.500,- minyak goreng curah Rp10 ribu/liter, daging sapi berada pada kisaran harga Rp 95 ribu/kg, daging ayam broiler Rp 36 ribu/kg, telur ayam broiler Rp 20 ribu/kg, cabe rawit merah Rp 90-95 ribu dan bawang merah Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara di Pasar Bogor, harga daging sapi di Pasar Bogor sedikit ada perbedaan yaitu pada kisaran antara Rp 90-100 ribu, daging ayam broiler Rp 35 ribu, Cabe rawit merah Rp 80 ribu, dan bawang merah Rp 42 ribu per kilogram.
Azrin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemantauan dilokasi pasar Induk TU yang menjadi lokasi pusat pengumpulan, pelelangan, dan penyimpanan bahan-bahan pangan untuk disalurkan ke pasar-pasar lainnya. Sampai saat ini, distribusi bahan pangan yang dipasok ke Kota Bogor melalui pasar TU berjalan lancar, sehingga stock aman dan mencukupi, meskipun harganya masih diatas normal.
“Sejauh ini bahan pangan holtikultura yang dipasok ke Kota Bogor dikirim dari Dieng, Brebes, Tasikmalaya, Lembang, Cianjur, Cipanas, Sukabumi dan Kabupaten Bogor,’’terang Azrin.
“Dalam sepekan terakhir di bulan Ramadhan, kami sudah inspeksi di lima pasar di Kota Bogor, ketersediaan pangan relatif aman dan tercukupi,“ujar Azrin di Balaikota Bogor, Selasa (30/7).
Menurut Azrin, yang juga sebagai Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor, terakhir pihaknya melakukan inspeksi pasar ke lima pasar di Kota Bogor yakni Pasar TU (Teknik Umum) Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal, Pasar Kebon Kembang, Pasar Merdeka, Pasar Bogor, dan Pasar Jambu Dua.
Pemantauan di fokuskan terhadap tujuh komuditas pangan meliputi gula pasir, minyak goreng curah, daging sapi murni, daging ayam broliler, telur ayam broiler, cabe rawit merah dan bawang merah.
Dalam inspeksi pasar tersebut, pihaknya melibatkan unsur Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, DLLAJ, Kantor Ketahanan Pangan, Intelkam Polres Bogor Kota, PD Pasar Pakuan Jaya, Bagian Perekonomian dan Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor.
Ketika ditanya mengenai kondisi harga, Azrin mengatakan, harga tujuh komuditas di lima pasar tradisional relatif stabil. “Memang pada awal – awal Ramadhan, ada kenaikan yang signifikan, namun setelah minggu kedua puasa harga mulai stabil, “ jelasnya.
Di Pasar Kebon Kembang, misalnya. Harga gula pasir dikisaran Rp12.500,- minyak goreng curah Rp10 ribu/liter, daging sapi berada pada kisaran harga Rp 95 ribu/kg, daging ayam broiler Rp 36 ribu/kg, telur ayam broiler Rp 20 ribu/kg, cabe rawit merah Rp 90-95 ribu dan bawang merah Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara di Pasar Bogor, harga daging sapi di Pasar Bogor sedikit ada perbedaan yaitu pada kisaran antara Rp 90-100 ribu, daging ayam broiler Rp 35 ribu, Cabe rawit merah Rp 80 ribu, dan bawang merah Rp 42 ribu per kilogram.
Azrin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemantauan dilokasi pasar Induk TU yang menjadi lokasi pusat pengumpulan, pelelangan, dan penyimpanan bahan-bahan pangan untuk disalurkan ke pasar-pasar lainnya. Sampai saat ini, distribusi bahan pangan yang dipasok ke Kota Bogor melalui pasar TU berjalan lancar, sehingga stock aman dan mencukupi, meskipun harganya masih diatas normal.
“Sejauh ini bahan pangan holtikultura yang dipasok ke Kota Bogor dikirim dari Dieng, Brebes, Tasikmalaya, Lembang, Cianjur, Cipanas, Sukabumi dan Kabupaten Bogor,’’terang Azrin.


