Latest News


More

Posted on : 26 Agu 2013 [0] comments Label:

Polda Jabar Bantah Halangi KNKT Lakukan Investigasi

by : Unknown
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, membantah telah menghalangi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terhadap kecelakaan Bus Giri Indah di Cisarua, Bogor, yang membawa rombongan Gereja Bethel Indonesia pada Rabu 21 Agustus kemarin.

"Silakan lakukan investigasi, asal jangan sampai mengganggu olah TKP," kata Juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisari Besar Polisi  Martinus Sitompul, Senin (26/8) kepada wartawan.

Apakah benar Polda Jabar menghalangi KNKT dalam menyelidiki kecelakaan bus tersebut,  lebih lanjut Martinus mengatakan."Saya tanya dulu, apa benar KNKT sudah mengajukan izin? Jika sudah, saya periksa perizinannya,"

Sebelumnya, KNKT menilai Polda Jabar menghalangi proses investigasinya. Menurut Kepala Sub Komite Kecelakaan Jalan Raya KNKT Kusnendi Soehardjo, proses investigasi KNKT sementara harus tertahan, disebabkan oleh izin Polda Jabar yang tak kunjung turun.

Menurut dia, KNKT tidak mengetahui alasan kepolisian yang tidak juga mengeluarkan izin. Instalasi rem bus, kata Kusnedi, sudah sempat dibongkar. Namun, Kepolisian tidak mengizinkan KNKT untuk melihat hasil pembongkaran itu.

Padahal, Kusnendi melanjutkan, polisi tidak mengetahui hal-hal teknis yang diperlukan untuk mengusut penyebab kecelakaan. Tindakan polisi telah membuat investigasi KNKT tertunda. /tmp
by : Unknown
detakbogor.com - Polda Jabar mendapat penghargaan sebagai institusi yang terbaik dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2013.

"Bersyukur dan berterimakasih atas penghargaan yang diberikan. Alhamdulillah artinya kerja keras kita dapat tanggapan positif dari masyarakat," ujar Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Suhardi kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jln Soekarno-Hatta, Jumat (23/8/2013).

Dikatakan Suhardi, pengharagaan yang diberikan secara tidak langsung menunjukan keberhasilan jajaran Polda Jabar mengaplikasikan harapan-harapan masyarakat. Semua itu dituangkan dengan mengerahkan kekuatan pasukan pada Operasi Ketupat Lodaya 2013.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Mabes Polri yang atas perintah Kapolri Jenderal Timur Pradopo menerjunkan enam ribu lebih anggotanya untuk membantu kinerja Polda Jabar. Dengan adanya bantuan itu, pengamanan arus mudik dan balik menjadi lebih maksimal," kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

Lebih lanjut Suhardi mengatakan, sistam Pam Operasi Ketupat Lodaya yang dilakukan pada saat arus mudik dan balik Lebaran diharapkan akan dapat memberikan pengaruh besar. Ke depan, Pam itu diharapkan dapat menjadi model bagi polisi untuk mengentaskan masalah kemacetan dan kecelakaan dengan sebaik-baiknya.

"Ya ini akan jadi model. Kalau cara-cara ini bisa kita tingkatkan, mungkin bisa menekan masalah kemacetan dan kecelakaan di masa mendatang," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi semua pihak yang turut membantu keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas serta dapat menekan jumlah laka lantas saat pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2013.

"Terima kasih atas hasil penilaiannya. Apresiasi masyarakat melalui hasil survey, tentu membanggakan kami," kata Martinus.

Penghargaan terbaik sendiri dikeluarkan Lembaga Analisa Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik (LANSKAP) yang menggelar survei kinerja aparat kepolisian di Pulau Jawa dalam mengamankan arus mudik dan balik Idulfitri 2013. Kepolisian Daerah Jawa Barat mendapatkan penilaian paling baik sementara Jawa Timur terburuk.

Menggunakan metode purposive random sampling, LANSKAP melakukan survei terhadap 976 responden yang tersebar di 20 titik jalur mudik dan balik. Diantaranya Simpang Jomin, Jatibarang, Cileunyi, Nagrek, Alas Roban, Simpang Bawen, lintas Kebumen-Purworejo-Yogyakarta, Babat, lintas Malang-Blitar-Kediri-Tulungagung, Kraksaan, hingga Merak-Bakauheni.

Materi survei terdiri dari 12 item pertanyaan, meliputi ketersediaan pos polisi, rest area, peralatan pendukung, papan informasi jalur alternatif, papan informasi jalur utama, pola dalam pengaturan dan pengamanan, aksi mengurai kemacetan, aksi penanganan terhadap gangguan, keramahan, kepedulian memberikan pertolongan, keberadaan petugas kepolisian, dan tambahan keamanan dan keselamatan.